5 Kesalahan X-Men: Apocalypse (2016)

Kalo kamu udah nonton X-Men: First Class (2011) dan X-Men: Days of Future Past (2014), dan kamu ga pingin image X-Men bagus itu hilang di pikiranmu, disarankan jangan nonton ini.

Di film ini, sepertinya Bryan Singer (sutradara) sudah capek dengan berbagai hal2 “berbau” mutan, karna dialog dan plot film tidak memberikan ekspektasi yang ditunggu2. (Apalagi penulis yang pecinta Marvel Comics)

Bukan jelek, hanya saja kalo kamu ingin film untuk menghibur saja maka film ini cocok buatmu. Tapi kalo mencari film yang bener2 bagus dan melanjutkan film2 sebelumnya untuk seri prequel X-Men maka tahan uangmu.

SPOILERS ALERT! Oke, kita lanjut ke 5 kesalahan X-Men: Apocalypse.

1. En Sabah Nur AKA Apocalypse Is Too Weak
Dari sequence awal, penonton disuguhi cerita Apocalypse yang mencari tubuh baru untuk mentransfer energi alam sadarnya ke tubuh itu. Dan tak lupa, keempat murid2 nya ato The Four Horsemen of The Apocalypse (pada Mesir Kuno) ikutan muncul. Oke, untuk adegan ini ga banyak yang salah tapi memperlihatkan seolah-olah Apocalypse tidak sebegitu hebat yang kita kira.

Malahan kekuatan The Four Horsemen kelihatan menonjol dan hebat banget. Mereka mengeluarkan kekuatan mereka untuk melindungi Apocalypse selama transformasi energi berlangsung dan Apocalypse ga berdaya sama sekali, cuma tidur aja dia.

Bahkan dibandingkan dengan The Four Horsemen (pada Era 80’an) -yakni Archangel, Psylocke, Strom, dan Magneto- dia kelihatan lemah. Padahal dia udah nunjukin bisa mengubah orang2 menjadi debu. Kenapa ga lakuin itu semua ke X-Men? (Sigh)

2. Recruitment Is Okay, But Not How He Did It
Ada yang merasa ketika Apocalypse merekrut Strom, Psylocke dan Archangel terasa kebetulan. Dia berpapasan dengan mutan yang bisa mengendalikan cuaca di pasar, bertemu dengan Psylocke yang tiba2 muncul untuk melindungi Caliban dan Apocalypse bilang,”I need you…” (Perv alert, people)

Dan Psylocke kebetulan mengetahui Archangel yang mana tidak dijelaskan secara detail, hanya mengatakan bahwa dia dulu mengetahuinya. (Wat de fudge?!) Tampak sutradara dan penulis sudah tidak ambil pusing untuk memberikan nilai dalam dialog ataupun detail plot.

3. Same Ol’ Boring Conversation Between Charles And Erik
Ayolah, ini sudah installment keenam X-Men (terkecuali X-Men Origin: Wolverine [2009] dan The Wolverine [2013] ) dan perbincangan antara Prof Xavier dan Magneto masih itu2 aja. “Manusia itu jahat dan mereka ga peduli dengan mutan” “Erik, masih ada kebaikan di manusia. Masih ada harapan.” dst…sampe penulis bosan tertidur ketika nonton.

Ga ada yang baru, “segar”, ato berbeda dengan perbincangan mereka berdua. (Sigh)

4. Great Ways To Ruin Characters
Jubilee muncul. Iya cuma muncul, ga ada ngapain2. Thanks, Bryan.

Psylocke punya dialog, tapi ga ada yang memorable ataupun penting untuk diingat.

Strom tiba2 punya aksen. Haley Berry (Strom dari seri Original X-Men) pasti juga kaget sepertinya. Bahkan Marvel Comics.

Alex Summers AKA Havok mati karena ledakan mesin pesawat yang disebabkan energy blast-nya yang ditujukan untuk Apocalypse sebelum berhasil menghilang dengan teleport. Umm… akan lebih bagus kalo dia mati karena pengorbanan, bukan karena kebodohan.

5. Destruction’s Cool, But…
Semua kehancuran: rudal nuklir, separuh kota Kairo yang diubah menjadi piramid, dan berbagai kota2 di seluruh dunia yang mengalami anomali gaya elektromagnetik bumi menjadi keren namun hilang kerennya karna ga semua itu bener2 memberi dampak yang berarti.

Rudal nuklir berhasil dihentikan oleh aksi Ex Machina-nya Havok yang menghancurkan cerebro. Kairo hancur tapi ga sebegitu dibawa emosional di film ini, seolah-olah itu biasa. Dan semua anomali disebabkan oleh Magneto kelihatan tidak berbahaya, hanya berdampak kecil karna menghancurkan landmark2 terkenal saja.


Oke, itu aja dulu untuk X-Men: Apocalypse.

Thanks for reading this, and always keep reading books.

Note: Menurut penulis ini adalah urutan dari terbaik ke terjelek dari seri film X-Men (tidak termasuk X-Men Origin: Wolverine dan The Wolverine) :

  1. Days Of Future Past (2014)
  2. First Class (2011)
  3. X2 (2003)
  4. Apocalypse (2016)
  5. X-Men (2000)
  6. The Last Stand (2006)
Advertisements

One Comment Add yours

  1. Arip says:

    Untuk yg nomor satu,plis jangan ngasal kalau gatau apa apa itu kan kita bisa liat tubuh nya udah tua dan udah lemes jadi dia butuh tubuh pengganti supaya tubuh dia kaya baru lagi apalagi penggantinya itu punya regenerasi tinggi kaya orochimaru gitu jadinya.nah kalau 4 horsemen lebih menonjol?dan Lo pasti nganggapnya mereka kuat ngapain harus melindunginya apocalyse yg kata Lo “too weak”.Lo ingat gak?storm,magnetodl,dll kekuatannya makin meningkat sejak bertemu apocalypse karena dia udah mengupgrade mereka.dan tentu saja kekuatan 4 bisa horsemen jadi luar biasa gitu karena udah diupgrade juga Ama apocalypse selain itu Lo liat ga kemampuan apocalypse itu?bisa buat org masuk dalam tanah sekejap menyatu dgn bumi.kurang kuat apa coba:)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s