Review The Nice Guys (2016) |Hiburan Segar Bernuansa 70an

 

Tidak banyak film genre action-comedy yang bener-bener bagus untuk tahun ini. Mungkin beberapa tahun lalu ada Hot Fuzz (2004), Beverly Hills Cop (1984), dan Rush Hour (1998), serta Tropic Thunder (2008).

Masih ingat film Kiss Kiss Bang Bang (2005)? Kemungkinan tidak. Film itu disutradarai oleh Shane Black yang juga menyutradarai film ini. Uniknya, segi plot hampir mirip, tapi “bumbu” ceritanya berbeda. Oleh karena itu, The Nice Guys jadi film yang pantas untuk ditonton, dan harus.

StoryLine

Jalan cerita film ini seperti bergelombang, tak lurus, dan lika-liku di setiap putaran. Sangat bagus untuk pengembangan cerita, karna film ini menyajikan aksi-komedi yang seru, tak lepas dari plot utama, dan dirasa lebih bagus dari Kiss Kiss Bang Bang (2005).

Di-setting pada tahun 70an, film ini membawa penonton untuk bernostalgia secara umum. Musik, gaya bicara, tingkah laku masyarakat pada Amerika Serikat pada tahun itu sangat kental. Terutama gaya penceritaan film yang bener-bener seperti film tahun 70an, lihat saja Foul Play (1978) atau 48 Hrs. (1982).

Narasi, ya narasi. Gaya penceritaan di awal film ini jadi ciri khas film tahun 70an kalau membuat action-comedy.

Referensi film 70an juga banyak ditaruh pada setiap adegan / frame film dengan intipan sebentar.

Film ini secara eksplisit mengatakan bahwa pembuatan film dan film itu sendiri memiliki peran penting dalam pengungkapan kejahatan yang dilakukan oleh antagonis. Jika kalian tertarik silahkan googling “Metacinema”.

Characters

Tidak ada jalan cerita yang dipaksakan, pertemuan dan keterlibatan karakter di film sangat mulus, humanis dan humoris. Terutama pembawaan Ryan Gosling yang memerankan March, sangat berbeda dia dengan film-film action sebelumnya, seperti Drive (2011) dan The Pace Beyond The Pines (2012).

Russel Crowe memberikan “getaran” berbeda yang unik dengan karakter Healy di mana sangat kontras dengan March yang lebih menganggap enteng suatu masalah.

Kedalaman karakter dengan cerdas dibangun tanpa penonton sadari karena anak gadis March, Holly, yang diperankan oleh Angourie Rice secara pintar dan cekatan dalam membawa penonton ke “bumbu-bumbu” cerita.

Bahkan karakter-karakter antagonis di film ini memiliki bagian besar di setiap running time mereka ketika di frame. Membuat mereka memorable tanpa terasa canggung ataupun dipaksakan. Terutama Matt Bomer sebagai pembunuh bernama John Boy memiliki akting yang sangat memuaskan, apalagi sudah lama tak lama melihatnya setelah bermain di serial tv White Collar.

Cinematography & Film Scores

Film score untuk intro film dengan mudah men-setting bahwa film ini serasa seperti menonton ketika tahun 70an. Hip hop yang mudah didenger.

Establishing shot tipe far-to-close framing sangat kental ketika era 70an, Shane Black berhasil membuatnya masih relevan hingga era modern ini.

Tapi dia bisa secara diam-diam menggunakan teknik frame-in-frame dengan transisi action-to-action ketika Healy berjalan melewati akuarim besar dan March terlihat berenang mengikuti “mermaid”.


Rating

Setelah menonton dengan girang, maka diputuskan bahwa film ini mendapat

8.9 / 10

Congrats, Shane.

Thanks for reading this, and always read more books.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s