Review Don’t Breathe (2016) |Film Penuh Sensasi Ketegangan Thriller

 

Apa jadinya kalo Panic Room (2002) ketemu Wait Until Dark (1969)? Lahir Don’t Breathe (2016).

Film ini hadir sebagai refresh point dalam film suspense-thriller setelah dalam beberapa tahun ini, setelah Green Room (2015) yang asli bagus dan 10 Cloverfield Lane (2016) yang cukup menarik. [gak juga sih]

STORYLINE

Berkisah tentang tiga orang muda, pencuri untuk mendapatkan barang-barang dari rumah orang lain. Ketika mereka merencanakan untuk mencuri ke sebuah rumah milik seorang veteran Perang Irak, tak tahu masalah apa yang akan didapatnya.

Premise / cerita umum dari film ini cukup jelas dan singkat, bagusnya film ini lebih dari itu. Ada kejutan yang menunggu bagi penonton yang suka thriller.

Kesederhanaan plot cerita film ini dalam porsi yang tepat, tidak terlalu menyimpang dari cerita utama walaupun disuguhkan cerita sampingan sebagai pendalaman karakter film.

Jump scares film ini jelas tipikal, pada momen-momen yang jelas dan gampang ditebak, tidak seperti Conjuring 2 (2016) yang jump scares-nya jelas-jelas memperbaharui genre suspense-thriller dalam dekade terakhir.

Suasana yang diciptakan sutradara  Fede Alvarez di film ini bisa dibilang sangat tepat dan cerdas. Tidak terburu-buru, karena dia tahu bahwa ke-tipikal-an adegan dan sensasi ketegangan membutuhkan waktu untuk “dimasak”.

Penonton kemungkinan bakal bereaksi sama ketika adegan-adegan tertentu pada jump scares yang keren itu. [Penulis sudah merasakannya]

Did You Know?
Bukan masalah yang baru kalo suspense-thriller modern lebih melihat skala / setting kejadian di mana selalu mengambil satu tempat tertutup sebagai poin ketegangan. Apalagi kalo protagonisnya selalu seorang cewek, tipikal ya? Memang. Dari jaman film-film suspense karya Alfred Hitchcock pada tahun 60an, protagonis cewek selalu mengundang intrik dan empati.

CHARACTERS

Stephen Lang sebagai the blind man / orang buta sangatlah hebat, dia bener-bener mendalami karakternya. The blind man memiliki aura karisma yang berbeda, pada awal film kita disuguhkan dengan aura seorang ayah yang kehilangan anak dan veteran yang hidup dalam keprihatinan.

Kemudian, semua berubah ketika negara a- oh maaf, maksud penulis ketika the blind man beraksi mempertahankan rumahnya. Penonton akan malah bersimpati pada ketiga pencuri daripada ke blind man itu.

Jane Levy sebagai Rocky, si cewek badass menjadi titik pusat di film ini, dia berakting dengan bagus dan menarik. Just look at her eyes, man.

Akhirnya, Dylan Minnette kedapetan peran yang cocok dan bagus sebagai salah satu peran yang penting dan menunjang romansa dalam film ini. Setelah berakting di film ini, dia sudah resmi membayar dosanya di Goosebumps (2015). Good job, man.

Did you know?
Stephen Lang bukan hanya melihat video channel TommyEdisonXP, youtuber buta yang mengunggah aktivitas orang buta terhadap hal-hal umum di mata orang, ternyata dia juga melatih dirinya sebagai orang buta dalam kegiatan kesehariannya untuk pendalaman karakter. Simak video wawancara-nya.

CINEMATOGRAPHY & FILM SCORES

Film ini menggunakan teknik sinema seperti di Green Room, Panic Room, ataupun film-film suspense-thriller dalam dekade terakhir. Film ini lebih fokus pada close shots technique dan close-up shots.

Trombone shots pada adegan di ventilasi udara, oh jadi nostalgia dengan film Vertigo (1958) karya Alfred Hitchcock.

Film scores-nya jelas-jelas tidak menggunakan musik dengan keseluruhan instrumen. Lebih memilih menggunakan satu instrumental biola dan piano dengan menciptakan not-not singkat: Avant Garde Musics.


RATING

Setelah menonton dan 2 jam menghilangkan ketegangan, maka rating film ini ialah:

8.0 / 10

Oke, kalo ada yang mau komen-komen, silahkan. Let me know what you think.

Thanks for reading this, and always read more books.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s