Review Jack Reacher: Never Go Back (2016) | Gak Jelek, Gak Bagus Juga

Jack Reacher: Never Go Back disutradarai Edward Zwick dan dibintangi oleh Tom Cruise dan Cobie Smulders.

Sutradara Edward Zwick dan aktor Tom Cruise pertama kali kolaborasi pada film The Last Samurai (2003), dan ini yang menjadi alasan penulis untuk menonton karna Last Samurai asli bagus. But… not Jack Reacher. #GiveMyMoneyBack

StoryLine

Jack Reacher: Never Go Back bercerita tentang Jack Reacher yang terlibat masalah karna dituduh atas tindakan kejahatan yang dia tak lakukan (which happens a lot, seriously people don’t like this guy).

Reacher (Tom Cruise) dan Turner (Cobie Smulders) menjadi buronan dan mereka berusaha membuktikan bahwa mereka tak bersalah atas kejahatan tersebut.

Sekaligus, film ini mengungkapkan masa lalu Reacher yang (mungkin) memiliki efek pribadi ke kisah itu.

Sayangnya, (sepertinya) film action-thriller ini dibuat tanpa screenplay formulaic (pre-production lebih lama daripada production & post-production).

Cerita tidak buru-buru, hanya saja lumayan sulit diikuti. Bukan membingungkan, hanya pembawaan cerita yang kurang bagus.

Scene tertentu memperlihatkan bahwa ini adalah film action, kemudian beralih ke sebuah drama di mana anak perempuan Reacher yang muncul hanya untuk terlibat dalam masalah dan Reacher harus menyelamatkannya, kemudian BOOM! blasting big music mengingatkan bahwa ini film action. WTF?

Edward Zwick membawakan film action ini dengan cara yang biasa, konvensional. Sehingga suatu titik di mana kamu akan bertanya “Kayaknya gak ada yang memorable ya?” Karna memang ga ada yang memorable (gak ada yang mudah diingat) sebagai scene yang paling bagus.

Di film Jack Reacher pertama ada scene di mana adegan car chase / kejar-kejaran mobil yang asli keren dan Reacher keluar dari mobil berjalan dengan as cool as f-.

Characters

Tom Cruise salah satu aktor yang 101 % selalu memberikan akting yang bagus ke penonton, tak hanya aksi stunt-nya, juga latihan fisik yang dilakukannya untuk membuat karakter Reacher terlihat nyata, selain Tom Hardy dan Christian Bale tentu saja.

Cobie Smulders bener-bener terlihat menarik, baik dalam akting dan wajahnya. Karakter yang dibawakannya tampak ada karisma sebagai major Turner.

Reacher dan Turner bukanlah tipe karakter yang konvensional karna mereka berdua team-up bukan berarti get along pretty well. Mereka bukan tipe yang tiba-tiba bertemu kemudian tidak terlalu akrab tapi nanti bisa jadi akrab, seperti Chris Tucker dan Jackie Chan di film trilogi Rush Hour. Mereka berdua memiliki chemistry, tapi tidak langsung begitu saja terjadi, seiring film ini berjalan, chemistry itu dibangun.

Tapi ada kesan secara kesuluruhan film bahwa Tom Cruise seperti tidak ingin berada di film ini, nampak aktingnya ada beberapa yang tidak membuktikan bahwa dia di sana. Contoh ketika kamu ngomong dengan seseorang dan pikirannya tidak denganmu, tapi di tempat lain. Yup, seperti itu.

Anak perempuan Reacher sepertinya salah miskonsepsi karna tidak ada tujuan karakter ini ada di film ini. Hanya ada untuk melibatkan Reacher ke dalam masalah yang banyak. Lebih tepatnya dia adalah masalah, karakternya unlikeable dan sangat annoying.

Cinematography

Lebih banyak memainkan gaya track-zoom dan track “punch-you-in-the-f*-face”.

Tidak ada yang menarik juga sih. Boring-ass cinematography.


Rating

It’s easy, penulis memberikan:

5.0 / 10

Okay, itu dulu. Thanks for reading, and always keep reading books. Not Jack Reacher books, of course, god no.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s