Review The Accountant (2016) | Kualitas Karakter Bagus, Terlalu Banyak Sub-Plot

 

Film ini merupakan film original, walaupun formula ceritanya udah ada yang ngambil duluan. *uhuk* John Wick (2014). Tapi kelihatan dari trailer-nya bagus, maka layak lah setidaknya untuk ditonton.

The Accountant disutradarai oleh Gavin O’Connor, dan dibintangi oleh Ben Affleck (Gone Girl), J.K. Simmons (Whiplash), Anna Kendrick (Pitch Perfect), serta Jon Bernthal (Marvel’s The Punisher di Netflix series).

StoryLine

Bercerita tentang seorang akuntan bernama Christian Wolff dengan autisme dan kepribadian introvertnya yang terlibat dalam suatu masalah dana terselubung sebuah perusahaan, dan berusaha menyelamatkan diri dan mengungkapkan apa rahasia dari perusahaan tersebut. Walaupun bergitu, dia ternyata menyimpan beberapa kemampuan fisik dan mental yang hebat.

Cerita disajikan matang sekali, maksudnya adalah penyiapan karakter terhadap cerita sangat pas karna dirasa tidak ada paksaan, namun karna penyiapan itu muncul banyak sub-plot yang sebenarnya menghilangkan fokus pada cerita utama film.

Semua sub-plot itu walaupun agak dirasa mengganggu, tapi berbobot sehingga tidak aneh jika dimunculkan untuk membangun nilai karakter-karakter di film. Sehingga jika terjadi apa-apa pada karakter-karakter tersebut maka memiliki nilai emosional tertentu.

Memang agak mengejutkan dengan banyak sub-plot itu bisa menjaga cerita utama, tapi cerita utama film juga tak kalah berbobotnya. Semua adegan drama sangat pas. Film ini sebenarnya seperti membawakan film drama dengan bumbu aksi yang keren dan sangat breath-taking.

Sub-plot cerita dari masa lalu Wolff dengan ayahnya yang harus berhadapan dengan autismenya. Sub-plot cerita mengapa Wolff memiliki background story yang mana membuatnya memiliki kemampuan yang yang tak terduga. Semua sub-plot memang pas saja.

Ya, film ini menggunakan plot Narrative Parallel, namun dirasa kurang di pengarahan sutradara atas membangun cerita yang pas untuk menyajikan cerita The Accountant. Mungkin, O’Connor bisa mencontoh Deep Horizon (2016) yang  berplot sama.

Characters

Ben Affleck asli keren membawakan karakter Wolff di film ini. Dia memberikan totalitas yang pas dan tidak canggung untuk membawakan karakter dengan autisme. Dia membawakannya tidak terlihat seperti autis palsu, bener-bener seperti orang autis. (Yap, penulis pernah bertemu dengan orang autis sebelumnya)

Anna Kendrick merupakan “bumbu” tambahan yang pas untuk membawa Wolff ke dalam cerita utama. Dia bisa membawakan karakter Dana Cummings tanpa harus terlihat begitu biasa saja.

J.K. Simmons dan Jon Bernthal, sekali lagi, selalu membawakan karakter dengan luar biasa. Mereka bisa membawakan karakter yang terlihat keras, kasar, namun mengerti batasan-batasan tertentu karakter mereka. (I really like them in this movie)

Jadi bisa dikatakan semua aktor utama dan pendukung membuat film ini layak untuk ditonton. (Okesip)

Cinematography

Of course, formula cinematography terlihat sama dengan kebanyakan film drama berbumbu action, hanya saja pengambilan gambar sudah bagus dan tidak ada yang aneh. Tahu juga bagaimana mengambil sebuah adegan tanpa dialog yang ditujukan memiliki rasa humor. (Adegan “lambai tangan ke pasangan tua” setelah membunuh seorang mercenary. LOL)


Rating

Setelah menonton dengan keseruan yang seru, maka penulis memberi nilai:

7.5 / 10

Definitely worth watching, guys.

Oke, itu dulu, kalo ada yang mau komen, silahkan. Jangan lupa share review ini ke teman-teman kalian.

Thanks for reading this, and as always keep reading books.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s