Review Hacksaw Ridge (2016) | Akting Hebat, Cerita Kuat, dan Wow!

Film drama perang disutradarai Mel Gibson? Kenapa enggak? Lihat saja sejarah directing-nya yang bagus-bagus: Braveheart (1995), The Passion of The Christ (2004), dan Apocalypto (2006). (what’s up with Mel Gibson and history anyway?)

Hacksaw Ridge dibintangi oleh Andrew Garfield (Amazing Spiderman), Teresa Palmer, Sam Worthington (Avatar, Clash of The Titans), Vince Vaughn, dan aktor yang super talented Hugo Weaving.

StoryLine

Bersetting Perang Dunia Kedua, film ini berkisah tentang Desmond Doss (Andrew Garfield) yang mendapat Medal of Honour, walaupun dia menolak untuk membunuh orang dan memegang senjata ketika bertugas di Battle of Okinawa. Cerita ini memang berdasarkan kisah nyata di mana cerita fenomenal tentangnya menyelamatkan lebih dari 75 prajurit selama baku tembak perang sedang terjadi.

Hacksaw Ridge membagi cerita menjadi dua bagian di mana bagian pertama penonton disajikan dengan memperkenalkan “siapa itu Doss?”, film ini pada dasarnya menguak semua kisah Doss. Bagaimana kehidupan pribadinya, motivasinya untuk mengikuti tugas militer dan bertugas sebagai seorang medis, dan menjadi Conscientious Objector. (did I write that right?)
Pada bagian kedua film, penonton dibawa ke medan perang, Battle of Okinawa di Hacksaw Ridge. (rolls credit)

Hacksaw Ridge membawakan cerita dengan sangat, sangat berani. Kedua bagian film tersebut menjelaskan apa artinya sebuah prinsip bagi seseorang yang Doss yakini, bagaimana dia berjuang untuk mempertahankan prinsipnya. Mungkin terkesan religius, tapi bukan itu fokus film ini, lebih tentang ke kemanusiaan dan prinsip mempertahankan apa yang dimaksud untuk membawa kebaikan. Dan Mel Gibson telah memberikan penonton sebuah masterpiece. *standing ovation*

Film ini menampilkan kekuatan emosi yang sangat kuat sehingga menjadi sebuah film dengan cerita yang membuat bulu kuduk berdiri, broooo. Adegan ketika pelatihan militer ataupun adegan perang, sangatlah emosional, semua tampak seperti kereta Shinkansen menabrak semua penonton dengan emosi. (too much? yeah, it’s too much)

Bicara tentang adegan perang film ini, penulis memberi peringatan karna adegannya sangat brutal dan horror yang bakal pernah kamu lihat. (duh…, Hanif. It’s Mel Gibson’s movie)
Adegan tersebut hampir memiliki nuansa yang sama dengan opening scene dari Saving Private Ryan (1998). Oh ya, karna Doss sebagai medis di film, kamu harus mengikat sabuk celana dan perutmu, apa yang akan kamu lihat kemungkinan menghilangkan selera makan.

Characters

Andrew Garfield sangat bagus di film ini, setelah move on dari Amazing Spiderman, aktingnya keren, sangat meyakinkan penonton, apalagi aksennya. Teresa Palmer, penulis tak percaya dia di film ini, tapi hey dia memberikan performance yang bagus daripada film-film lain yang dia pernah terlibat.

Sam Worthington terlihat bagus sekali, akting di film ini melebihi aktingnya di Avatar (2009). Vince Vaughn, penulis tak percaya dia di film ini, tapi ternyata dia tampak meyakinkan sebagai Sgt Howell karna tindak tanduk, cara bicara, dan responnya sangat realistis.

Dan yang paling mengesankan adalah akting Hugo Weaving sangat…I’ve got nothing to say, just wow.

Cinematography

Babak satu dan dua film ini seperti layaknya film drama kebanyakan, tidak ada banyak shot yang kelihatan menonjol.

Dan penonton dibawa ke adegan perang, spektakuler pengambilan gambarnya. Bagaimana semua gambar ditangkap dengan emosional, indah, dan brutal. Terlihat tidak teredit adegan tersebut, seperti raw film, tapi semua terstruktur dengan rapi dan bagus sekali.

Beberapa slow motion, namun memberikan penonton waktu untuk menyerap adegan-adegan yang ada. Perang tersebut sangatlah mencekam, jadi untuk kamu yang sangat menyukai horror, ini sangat cocok sekali. Dan jangan lupakan tracking shot dan hard cut di film ini, sangat pas dan brutal abis.


Rating

Setelah menonton dan mendengar teriakan kecil dari penonton lain, maka penulis memberikan:

9.5 / 10

Yeeesss!

Oke, itu dulu. Silahkan komen, saran, dan kritik.

Terima kasih udah membaca ini, nantikan artikel My Review yang selanjutnya.

As always, keep reading books.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s