Headshot (2016) Review | Film Aksi Kasar dengan Screenplay yang Mantap

Review film Indonesia pertama nih buat penulis, untungnya film action ini asli bagus. Jarang-jarang kan film Indonesia dengan aksi dan cerita yang bagus. It’s kinda sad, actually.

Headshot disutradarai oleh  Kimo Stamboel dan  Timo Tjahjanto (The Mo Brothers), dan dibintangi oleh Iko UwaisChelsea IslanJulie Estelle, dan Sunny Pang.

Mulai dari The Raid (2011), kalo ada film nampilin Iko Uwais, langsung tonton dah. ‘Cause he’s freaking awesome, that’s why.

StoryLine

Berkisah tentang seorang pria yang ditemukan terluka dan tanpa ingatan bernama Ishmael, dan dia dirawat oleh dokter yang manis (sekali) bernama Ailin. Ishmael berusaha mengingat masa lalunya, dan ternyata dia memiliki masa lalu yang kelam, hingga masa lalu itu mengejarnya.

Ishmael terlibat dalam gembong kejahatan dan mereka telah menangkap Ailin agar dia menyerahkan diri ke mereka. Pertarungan Ishamel pun dimulai.

Pengenalan cerita film ini sangat sederhana, dan dengan perlahan-lahan penonton dibawa lebih dalam sembari aksi-aksi kasar, brutal, dan sadis mengiringi lebih dalam ke inti cerita. Tidak terburu-buru, dan pas.

Film ini menyadari bahwa penonton datang untuk menikmati aksi-aksi tersebut, namun tak disangka-sangka sutradara membawa lebih dari itu. Film ini BUKAN sepenuhnya film action seperti kebanyakan review yang mengatakan dan memiliki kemiripan dengan film-film Jason Bourne. Ini adalah film drama yang menjadikan action sebagai alasan pembawaan cerita saja. And, what an incredible screenplay, it is.

Film ini “di atas” Jason Bourne, walaupun di The Bourne Ultimatum (2007) ada fight scene antara Bourne dan Desh yang asli keren sisi koreografi dan sinematografi, film Headshot melebihi adegan itu. Bahkan, banyak adegan yang melebihi adegan Bourne itu. Wow.

Kalo kamu nonton, perhatikan saja keindahan koreografi dan sinematografi adegan kelahi antara Ishmael vs Besi, vs Rika, dan vs Lee. Terasa seperti berkelahi beneran, tidak terlihat perkelahian yang dilatihkan, seperti kelahinya orang-orang ahli kelahi. Okay, too much “kelahi”.

Characters

Dengan kesadaran bahwa film ini memiliki “bumbu” aksi yang kuat, The Mo Brothers dengan cerdas memberikan waktu untuk karakter-karakter yang memiliki hubungan dengan Ishmael agar memiliki bobot karakter yang bagus. Sehingga karakter-karakter itu menjadi lebih manusiawi, bukan hanya jadi samsak tinju dan target tembak saja, seperti kebanyakan film action.

Penonton mungkin semakin tak sabar dengan alasan mengapa karakter Ishmael memiliki masa lalu seperti itu, dan mengapa mereka mengejarnya. Tunggu saja hingga akhir film, dan semua akan terjawab. Dan, Iko Uwais membawakannya dengan bagus dari awal film hingga akhir. Sehingga penonton tetap duduk dan menonton, menikmati adegan demi adegan, terbawa ke cerita hidup Ishmael.

Terutama pada karakter Rika, Besi, dan Lee yang memiliki kekuatan adegan yang hebat untuk memberikan nilai-nilai karakter yang bener-bener manusia dan drama yang pas.

Cinematography & Scores

What can I say but holy sh*t! Keindahan sinematografi dan permainan screenplay yang tepat dan cerdas, kenikmatan film ini lebih dari sekadar film action belaka.

Pengambilan gambar yang menyesuaikan adegan dan karakter, pas banget, dan penulis gak bisa kasi tahu jelasnya, nanti jadi SPOILERS.

Namun ada beberapa yang dirasa seperti kurang pas untuk color grading-nya, karna terlihat seperti biasa. Terlihat hanya meningkatkan setiap warna yang ada, tidak memainkan color palettes yang tetap. Tapi, keseluruhan udah bagus.

Scores film ini juga pas dan asli keren, membawakan cerita dan adegan tanpa dialog sehingga adegan tertentu tampak bagus. Tidak menutupi bobot adegan sehingga tidak menutupi atau menghalangi fokus penonton pada karakter di adegan yang ada.


Rating

Setelah menonton dengan menahan kandung kemih, tidak ke toilet selama hampir 2 jam, maka penulis memberi nilai:

8.0 / 10

Jadi, harus nonton film ini.

BTW ketika penulis nonton, sedikit sekali penontonnya, bisa dihitung jari.
Ayo, teman-teman, mari kita dukung dan tonton film-film Indonesia yang asli layak tonton.

Itu dulu, terima kasih sudah membaca ini.

As always, keep reading books.

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Mona says:

    Kak tau ngga lagu di film headshot pas bagian ending, yang penyanyinya cewek?

    Like

    1. hanifmskr says:

      Arti Dewi – Dalam Buaian Rembulan, tp lagunya blm bisa dicari online.
      coba cek penyanyinya di ig https://www.instagram.com/p/BNyR-2YA90y/

      Like

  2. jagg says:

    i hope indonesian movie will get better in effect, animation, and cgi..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s