Apa yang Membuat La La Land Terlihat Menarik? (SPOILERS)

La La Land (2016) sudah tayang dari tahun lalu, hanya saja Indonesia selalu telat menayangkan film-film bagus. Maka dari itu, penulis tidak menulis review/kritik melainkan membuat sebuah analisa film La La Land.

So, SPOILERS alert!!!

Buat yang belum menonton, penulis sarankan nonton dulu, tapi kalo kamu tidak bermasalah dengan SPOILERS, silahkan baca saja analisa film ini.

Cinematography

La La Land disutradarai oleh Damien Chazelle yang juga menyutradarai Whiplash (2014), sebuah film yang ground-breaking. La La Land dibintangi oleh si cantik Emma Stone dan si mas ganteng Ryan Gosling. oh, I think I have a man-crush here.

Film ini terinspirasi oleh film-film klasik dari tahun 1930an hingga 1960an, era di mana film kental dengan seni kontemporer dan visual autentik. Seni dan visual tersebut memberikan pilihan warna yang sedikit desaturasi, di atas sedikit warna keabu-abuan, tanpa shadow yang berlebihan, dan mendekati warna pastel.

la-la-land-classic-movie-inspirations-homages-youtube-mp4_snapshot_00-05_2017-01-20_14-36-40
Broadway Melody of 1940 & La La Land
la-la-land-classic-movie-inspirations-homages-youtube-mp4_snapshot_00-06_2017-01-20_14-37-02
Film klasik.

Beberapa teknik kamera dari film klasik yang diterapkan pada film La La Land yakni spotlight, transisi cross-dissolve, medium wide shot untuk menunjukkan koreografi tarian, fast track/zoom dan close-up shot untuk mendekati karakter atau ketika film membangun cerita.

Seni kontemporer juga memberikan film La La Land sebuah pengambilan gambar tanpa cutting dan transisi sehingga memberikan rasa bahwa penonton ada di “sana”, di tempat yang sama dengan para karakter di film.

 

Story

Kisah cinta Mia dan Sebastian mengikuti film Prancis yang berjudul Les Parapluies de Cherbourg (1964) di mana cinta antara dua artis yang mana mereka bertemu ketika masing-masing memiliki pekerjaan yang berbeda. Film ini juga mengambil transisi adegan Les Parapluies seperti di mana karakter tiba-tiba bernyanyi untuk menyatakan kesedihan dan kegembiraan.

mv5bmtuzmze3odm1mf5bml5banbnxkftztcwmjkymzk1oq-_v1_sy1000_cr009781000_al_
still photo dari Les Parapluies de Cherbourg (1964)

Bahkan ada beberapa dialog yang  juga terinspirasi dari film klasik. Mia bahkan sempat mengucapkan “It’s like Rebel Without A Cause” yang mana mereferensikan film klasik Rebel Without A Cause (1955) yang menariknya adalah menginspirasi film La La Land untuk mengambil setting kota Los Angeles (LA).

la-la-land-classic-movie-inspirations-homages-youtube-mp4_snapshot_00-08_2017-01-20_14-37-07

La La Land (2016)

Sebastian: You could just write your own rules. You know, write something that’s as interesting as you are.

la-la-land-classic-movie-inspirations-homages-youtube-mp4_snapshot_00-12_2017-01-20_14-37-33

Singing In The Rain (1952)

Kathy: Why don’t you?
Don: What?
Kathy: Make a musical.

Film La La Land pada dasarnya mengakui film-film klasik sebagai sumber inspirasi, mengambil pengaruh-pengaruh film tersebut menjadi sesuatu yang baru. Seperti cerita tipikal di mana karakter Mia dan Sebastian tidak saling menyukai pada pertama kali bertemu yang kemudian berkembang menjadi romansa.

Seperti halnya film klasik An American In Paris (1951), adegan fantasi pada ending film yang melebihkan suatu emosi menunjukkan bagaimana jika Mia dan Sebastian tetap bersama, memberikan tampilan pikiran karakter bahwa ini adalah keinginan terdalam mereka.

Ending film mengambil dari Casablanca (1942) di mana Rick dan Ilsa tidak dapat bersatu bukan karena alasan emosi, namun untuk tujuan yang lebih besar (or the big picture, they say). Casablanca memisahkan Rick dan Ilsa dengan alasan adanya Perang Dunia Kedua, sedangkan La La Land dengan alasan demi pencapaian karir, sehingga membawa ending dengan memberikan rasa lebih realistis pada era sekarang.

Sebenarnya ada film yang sudah mengambil tema Karir vs Hubungan, yakni My Dream is Yours (1949) namun La La Land memberikan pertanyaan yang lebih mendalam seperti bagaimana emosi dan pikiran, keinginan, serta realita menyatu sehingga membuat karakter lebih berkesan orisinil.

Music

Semua musik di film ini membawa tema yang menyenangkan dan segar, namun ada semacam kejanggalan bunyi yang disengajakan untuk membedakan emosi karakter di film seperti emosi rasa kesal dan rindu. Sehingga musiknya berhasil menangkap dan membantu adegan yang menampilkan kesedihan dan kegembiraan.

Musik upbeat atau terdengat pukulan drum perkusi yang mewakili emosi gembira terinpirasi dari musik film Broadway Melody of 1940 (1940) dan Singin’ In The Rain (1952).

Sedangkan musik dengan melodi halus yang dimainkan dengan biola sangat terdengar sekali mirip dengan musik film dari negara Prancis yang berjudul Le mépris (1963) dan Les quatre cents coups (1959). Kedua film tersebut membawa gerakan baru film Prancis yang menghasilkan genre dan rasa film yang berbeda sehingga cocok sebagai pacuan film La La Land yang tampil berbeda sekali di antara film-film pada tahun 2016 lalu.

la-la-land-classic-movie-inspirations-homages-youtube-mp4_snapshot_02-24_2017-01-20_15-34-59

 

Suara nyanyian breathy Emma Stone meniru suara Audrey Hepburn di film Breakfast at Tiffany’s (1961). Gerakan tari jatuh cinta Sebastian dan Mia pada pertemuan pertama mereka terinspirasi dari film Top Hat (1935) dan The Band Wagon (1953).


Conclusion

La La Land adalah film modern yang menghormati film klasik dengan menampilkan warna, suara, dan gerakan era seni kotemporer secara indah dan hebat.

Film ini pantas sekali untuk ditonton.

Terima kasih sudah membaca ini. As always, keep reading books.

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Apuy Ganteng says:

    Wiiih, keren banget analisisnya. Tapi kayaknya teknik hidden cut bukan seni kontemporer, karena sudah ada sejak film klasik.

    Ngomong, apakah semua film yang jadi refer3nsi di atas juga pernah Pak Hanif tonton?

    Like

    1. hanifmskr says:

      Makasih. Memang sudah ada sejak film klasik, hanya saja pas kontemporer kelihatan lebih menarik/cinematic.

      beberapa, kecuali film prancis dan broadway melody.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s