Mengapa Arrival Adalah Film Sci-Fi yang Berbeda? (SPOILERS)

Arrival (2016) disutradarai oleh visioner visual Denis Villeneuve, dan dibintangi oleh si awet cantik Amy Adams dan Hawkey-oh, I mean Jeremy Renner. dammit.

FYI: Denis Villeneuve menyutradarai Blade Runner 2049 (2017), bakal tayang Oktober tahun ini. Jadi, nantikan stunning visual dan incredible story dari filmnya.

Buat sekedar info saja di artikel ini ada SPOILERS.

No Advanced Tech, Just Regular-Present-Day Tech

Arrival sangat berbeda dengan film-film sci-fi kebanyakan karena film ini dengan terang-terangan mengajarkan linguistik ke penonton dan membangun struktur cerita dengan pacuan linguistik tersebut. Cara mengajarkan linguistik tidak dengan teknologi canggih, tapi dengan papan tulis putih dan marker. Bahkan alien pun tidak menonjolkan bahwa teknologi itu penting, melainkan kebersamaan. Walaupun alien sempat menunjukkan bahwa pesawat mereka canggih, tapi tidak menutupi inti cerita.

linguistik/li·ngu·is·tik/ n 1 ilmu tentang bahasa; 2 telaah bahasa secara ilmiah.

mv5bmtuymzizmje0ml5bml5banbnxkftztgwnzczndq1mdi-_v1_sx1777_cr001777744_al_
Louise (Amy Adams) berusaha memahami bahasa alien.
mv5bmdazndaxogitnwflmc00nje1ltk2zjctyzhiytezmjyxnzdixkeyxkfqcgdeqxvynty0mtkxmtg-_v1_
Louise mengajarkan bahasa manusia (bahasa Inggris) kepada heptapods (aliens).

Film ini membuktikan mengajarkan linguistik di tengah-tengah film bisa menjadi menarik. Hal yang membuat film ini paling berkesan adalah membawa pesan bahwa belajar bahasa yang baru dapat mengubah pandangan, pikiran, dan wawasan terhadap sesuatu, bahkan terhadap dunia sendiri.

Seeing The Future Is Not The Story, It’s The Plot Twist

Empati dan emosi mendalam terlihat sekali menjadi tolak ukur bagaimana cerita akan disampaikan. Dari awal film, penonton tidak diperlihatkan bagaimana alien datang dan menghebohkan dunia, melainkan penonton diperlihatkan kenangan dan ingatan masa depan Louise Banks (Amy Adams) terhadap suami dan anak perempuannya yang menderita penyakit langka. Bahkan untuk memberi kesan intimasinya kenangan yang dipilih memiliki setting tempat lake house-nya Louise.

Maka dari itu tidak mengherankan jika penonton ditampilkan pandangan Louise terhadap jalannya cerita, seperti ketika dia mengalami time traveling ke masa depan secara pikiran. Bahkan dengan cerdas dibawakan hingga ternyata film ini memiliki plot twist bahwa Ian (Jeremy Renner) adalah suaminya di masa depan, dan Hannah adalah anak perempuan mereka berdua.

mv5bmtk3nzcxmdqzov5bml5banbnxkftztgwnza0ndq1mdi-_v1_sx1500_cr001500999_al_
Amy Adams sbg Louise dan Jeremy Renner sbg Ian.

Not Focusing on The Aliens, But The People

Film ini bener-bener menghabiskan waktu untuk memberikan ingatan visual Louise agar film ini tidak mengacu pada alien, tapi pada Louise. Arrival tidak menekan pada action, tembak-tembakan, ataupun ledakan (walaupun ada) sepertinya film sci-fi pada umumnya karena film ini berusaha menyampaikan maksud bahwa kerja sama itu penting sekali, individualitas dalam skala kecil dan besar harus disingkirkan dulu.

Hal itu ditampilkan dengan layar yang menampilkan setiap negara (di mana alien mendarat) yang berusaha untuk mengetahui apa yang para alien inginkan. Namun, tidak selalu berlangsung lancar di saat setiap negara memutuskan koneksi komunikasi untuk menjaga informasi.

mv5bngywowvizjgtymnjys00zduylwjlmjmtnwu2odmxy2jindjjl2ltywdll2ltywdlxkeyxkfqcgdeqxvyndu3mjixnza-_v1_
“Hello”?

Menurut sutradara Denis, sengaja dirancang bahasa alien berupa lingkaran menyatakan tidak ada awal dan akhir, maksud dari bahasa tersebut bahwa ada pandangan yang baru dan berbeda dari manusia di mana kita melihat pada satu pandangan (linear), sedangkan para alien melihat dunia dan waktu itu non-linear.

Pandangan non-linear tersebut membantu Louise untuk menyelamatkan manusia dari kehancuran global yang mungkin dapat mengakibatkan kerugian besar untuk kemanusiaan, tentu saja dibantu dengan menelpon ke ponsel pribadi Jenderal Shang dan katakan apa kata-kata terakhir istrinya agar si jenderal bisa menghentikan penyerangan ke alien.

Personal note: Menurut penulis bahwa film Arrival merupakan film sci-fi yang berusaha untuk mematahkan tipikal film-film sci-fi lain dengan menyajikan sisi kemanusiaan dan emosi manusia. Untuk mendramatisir dan menunjukkan kedua hal tersebut maka menggunakan semacam pemacu, dalam kasus ini ialah kedatangan alien.


Hello, terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan komen, kritik, dan saran.

Nantikan artikel-artikel Film Analysis selanjutnya.

As always, keep reading books.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s