Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017) Review | Cerita Epik yang Kurang Fokus

The a-holes are back, baby!

Sekuel dari film blockbuster Marvel’s Guardian of the Galaxy yang disutradarai oleh sutradara fenomenal James Gunn, dan dibintangi oleh Chris Pratt, Zoe Saldana, Dave Bautista, Bradley Cooper, Vin Diesel, Michael Rooker, dan aktor legendaris Kurt Russel.

StoryLine

mv5bnziwmzkwmtixmv5bml5banbnxkftztgwndczntmxmji-_v1_sx1777_cr001777999_al_

Setting cerita di mana para Guardians sedang mengerjakan tugas bayaran mereka dari Sovereign, dan sebagai imbalannya mereka diberikan Nebula, adik Gamora. Jelang perjalanan, mereka bertemu dengan ayah Peter Quill, Ego, yang ternyata lebih dari sekadar makhluk luar angkasa. Tak hanya itu, mereka juga sedang diburu oleh Ravagers yang dipimpin oleh Yondu untuk menangkap Quill dan para Guardians.

Plot di film ini memiliki ketidakfokusan pada babak awal di mana penonton diperkenalkan dengan Sovereign yang ditolong dan kemudian memburu Guardians karena Rocket mencuri “baterai” dari mereka, Quill pertama kali bertemu dengan Ego, dan Ravagers yang memburu Guardians atas permintaan Sovereign.

mv5botg1mzaznzc1ml5bml5banbnxkftztgwmtqxmtyxmji-_v1_

Semua itu terasa seperti tumpukan plot yang tidak memiliki bobot penting hingga semua konflik dan karakter menyatu di babak akhir film. Memang mungkin saja disengajakan agar ada banyak plot-plot di awal dan kemudian difokuskan di akhir, namun cara pelaksanaan plot itu ke film tidak terasa pas dan terkesan terburu-buru.

Serasa seperti penonton tidak diberikan “ruang untuk bernapas” ketika tumpukan plot itu ditampilkan pada awal film. Namun terbayar dengan babak akhir film yang menakjubkan dan cukup emosional, terutama hubungan Quill dan Yondu.

Beberapa lelucon juga tidak terasa tepat, walaupun ada yang efektif pertama kali, tapi ketika lelucon yang sama ditampilkan berulang kali di dalam adegan yang sama menjadi terasa hambar dan canggung.

Characters

Jelas sekali dari berbagai sumber berita bahwa akan ada banyak karakter baru yang diperkenalkan dalam film ini. Beberapa karakter itu adalah Ego The Living Planet (Kurt Russel), Stakar Ogord (Sylvester Stallone), Ayesha of Sovereign (Elizabeth Debicki), dan Mantis (Pom Klementieff). Anehnya, para karakter pendukung tersebut tampak lebih menarik dibandingkan dengan karakter utama Guardians. Sepertinya ada kebingungan seberapa besar kontribusi karakter pendukung tersebut dengan karakter utama, apalagi karakter Yondu (Michael Rooker) sangat bagus sekali dimainkan dan diceritakan. Rooker just killin’ it, man.

mv5bmtyyoduwnzi3n15bml5banbnxkftztgwnzmxmtyxmji-_v1_

Yondu to Quill: “He might be your father, but he ain’t your daddy.”

Hubungan keluarga tampak menjadi fokus film ini sehingga beberapa karakter dimainkan untuk nilai-nilai kekeluargaan tersebut menjadi lebih menonjol seperti Quill antara Ego (biological father) dan Yondu (real daddy), hubungan saudari antara Gamora dan Nebula, hubungan emosional antara Yondu dan Rocket, dan hubungan yang agak aneh antara Drax dan Mantis. Masing-masing punya bobot yang pas.

Sean Gunn yang bermain sebagai Kraglin juga lebih menonjol dan menarik daripada di film pertama, dan terlihat dia sepertinya telah menjadi bagian anggota Guardians di akhir film. Nebula (Karen Gillan) juga menjadi lebih menarik dan terlihat lebih “manusia” ketika hubungannya dengan Gamora diperlihatkan secara intensif dan eksplisit.

Cinematography & Film Scores

I lost my words, man. James Gunn berhasil menaikkan permainannya dalam visual di film ini dengan indah, penuh warna, dan lebih intens. Penulis mengira bahwa Ghost in the Shell (2017) memiliki cerita visual yang bagus, tapi GotG Vol 2 telah membuktikan mereka bisa lebih dari itu. Apalagi rangkaian adegan ketika Yondu dan Rocket berusaha mengambil alih spaceship Ravager, dan adegan ketika pertarungan babak akhir yang god-ly.

 

James Gunn dengan cerdas pula menampilkan adegan awal film ketika judul film ditampilkan, sebuah title sequence yang menarik sekali, walaupun sedikit menarik di bawah title sequence dari film pertama.

Lagu di film ini juga kebanyakana dirasa kurang tepat, namun untuk awal fim  dengan lagu Mr Blue Sky oleh Electric Light Orchestra (ELO) dan di akhir film dengan lagu The Chain oleh Fleetwood Mac yang digunakan sangat tepat dan dirasa pas untuk adegan yang ditampilkan, mungkin ada ketertarikan emosi di dalam itu. I don’t know, maybe. [klik Spotify playlist resmi dari GotG Vol. 2 untuk mendengar film scores]


Rating

Setelah menonton, maka penulis memberikan nilai:

8.5 / 10

Awesome. Oke, terima kasih sudah membaca ini. Silahkan komen, kritik, dan saran. Nantikan artikel-artikel My Review selanjutnya.

As always, keep reading books.

Advertisements

One Comment Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s