Mengapa Blade Runner 2049 Terkesan Bermakna Luas dan Mendalam? (SPOILERS)

Blade Runner 2049, film mempesona yang gak banyak ditonton sekarang.

Setelah 35 tahun lamanya, lanjutan Blade Runner (1982) ini rilis dengan visual yang menakjubkan dan —seperti film originalnya— cerita yang kelam, distopia, ambigu, dan penuh filsafat. Hal-hal itulah yang membuat Blade Runner merupakan film yang memiliki cita rasa seni yang tinggi.

Lalu, bagaimana filmmakers Blade Runner 2049 membuatnya menjadi menakjubkan dan istimewa sehingga terkesan bermakna luas dan mendalam? Simak berikut penjelasannya.

SPOILERS HERE.

a. Ingatan

Apa yang membuat kita menjadi manusia? Itulah pertanyaan yang ditanyakan semenjak film original Blade Runner dan BR 2049. Kedua film menggunakan ingatan atau memori sebagai pacuan untuk menunjukkan bahwa seseorang bisa dianggap manusia, namun replicant memiliki implant atau ingatan palsu yang dimanufaktur untuk membuat pikiran replicant menjadi layaknya manusia. Karakter Tyrell, di film original, sempat mengatakan untuk membuat replicant “more human than human.

Di film original, BR menggunakan ingatan palsu untuk membuktikan Deckard (protagonis) bahwa dia adalah replicant, untuk menunjukkan bahwa ingatannya adalah palsu atau buatan. Sedangkan di BR 2049, ingatan asli untuk membuktikan bahwa K (protagonis) adalah manusia, namun ternyata dia adalah replicant, walaupun dia telah mengetahui bahwa ingatan tersebut adalah asli, bukan buatan.

mv5bnmfkzmnhmmmtnzg2ny00mzcwlwewyzqtzdy3mdk0odnloguwxkeyxkfqcgdeqxvynzg2odi2otu-_v1_sx1777_cr001777735_al_
Deckard (Harrison Ford).
mv5bmddjmmixnzatmdljos00nwm5ltkyowqtztuwzgq5mtc1otixxkeyxkfqcgdeqxvynzg2odi2otu-_v1_sx1777_cr001777735_al_
K (Ryan Gosling).

BR 2049 mencoba mengatakan bahwa bukan ingatan yang membuat seseorang menjadi manusia, namun tindakan. K, walaupun ingatannya asli, dia tetap seorang replicant. Ketika dia mengetahui tersebut, dia terlihat nampak kacau dan kecewa. Namun ada beberapa adegan yang memperlihatkan dia tidak mengikuti perintah, berbohong, dan membuat pilihannya sendiri.

Contohnya, ketika seorang pemimpin Pemberontak Replicant memberitahu K bahwa dia harus membunuh Deckard untuk menyelamatkan rahasia lokasi anak Deckard dan Rachel yang merupakan replicant prodigy (keajaiban replicant). Ternyata, K malah menyelamatkan Deckard dan mempertemukannya dengan anaknya, Dr Ana Stelline, si wanita sakit-pembuat memori replicant.

mv5bndvindm2zdgtotlhmy00mtu5lwjjytatytzhytbmngriodiwxkeyxkfqcgdeqxvymtgzotg5mdk-_v1_sx1777_cr001777736_al_
Dr Ana Stelline (Carla Juri).

Contoh lainnya, ketika ukiran di akar pohon mati berupa tanggal “6-10-21“, K tidak memberitahu atasannya informasi tersebut. Karena tanggal itu merupakan dari ingatan aslinya. Tanggal tersebut diukir pada mainan kuda kayu yang ditinggalnya di perapian ketika masih kecil. Tanggal tersebut menjadi kunci dari investigasi K untuk menemukan replicant prodigy.

Film ini juga memperlihatkan adegan di mana K memutar musik hologram Frank Sinatra, serta K dan Deckard berkelahi di show room bertema Las Vegas yang memutar hologram musik Elvis Presley. Hal ini menunjukkan ingatan memicu nostalgia di mana orang nampak merindukan masa lalu ketika di mana masa jaya lalu terasa lebih bagus dibandingkan masa depan distopia yang kelam.

Menurut filsuf Inggris Thomas Hobbes bahwa kebebasan meliputi tanpa keterlibatan eksternal terhadap suatu agen untuk melakukan apa yang mau dilakukannya. K melakukan apapun berdasarkan programnya yang mana dia tidak memiliki kebebasan dalam memilih, namun di akhir film, dia memilih sendiri untuk menyelamatkan Deckard. Walaupun kebebasannya itu harus dibayar dengan nyawanya sendiri. Apalah hidup tanpa pengorbanan, so to speak.

b. Hubungan

Film ini nampaknya mencari apa yang membuat setiap karakter merasakan kenyataan (aktualisme), maka layaknya manusia, mereka berhubungan dengan orang lain. Khususnya, sentuhan (touch) menjadi suatu simbolisme di mana hubungan tersebut menjadi suatu patokan pada karakter.

Contoh, K memiliki pacar berupa hologram kecerdasan buatan (artificial intelligence) bernama Joi. Walaupun secara nyata Joi dan K tidak dapat bersentuhan, ada adegan di mana Joi memanifestasikan dirinya ke Mariette yang sedang berhubungan intim dengan K.

Joi sendiri berusaha merasakan hujan ketika adegan di rooftop bersama K. Walaupun dia tidak dapat merasakan air hujan, namun ada tindakannya untuk merasakan itu.

mv5bmja4mzu3nda1nf5bml5banbnxkftztgwmti5mjy2mzi-_v1_sx1500_cr001500999_al_
Joi (Ana de Armas).

Contoh lain, karakter Wallace menyentuh replicant yang baru saja dibuat. Memang Wallace seorang tuna netra, namun tindakan ‘menyentuh’ itu menjadi keinginannya merasakan hasil ciptaannya.

mv5bmmfmmzhimtqtmtg2ny00yjhklthmzjctzdcyztvingvmyznkxkeyxkfqcgdeqxvynzg2odi2otu-_v1_sx1777_cr001777735_al_
Wallace (Jared Leto) menyentuh replicant ciptaannya.

Bahkan ketika adegan akhir film di mana Deckard bertemu dengan anaknya, dia menempelkan tangannya di kaca untuk menyimbolkan hubungan kembali dengan anaknya yang telah lama jauh darinya.

Joi dan K memiliki dinamika hubungan yang tak biasa, Joi adalah hologram AI dan K adalah replicant. Keduanya sama-sama memiliki karakteristik ‘tak nyata’  sebab mereka tak memiliki dasar kebebasan dan kesadaran. Penonton mengetahui di babak ketiga film bahwa Joi merupakan produk komersil AI untuk menghibur para pria dan AI tersebut mengikuti keinginan si konsumen. Maka tindakan Joi di film merupakan keinginan K terhadapnya. Sedangkan K tidak memiliki keinginan sebab memiliki keterbatasan dalam kebebasan bertindak karena dia adalah replicant.

c. Warna

BR 2049 sangat dominan untuk memainkan warna ke dalam storytelling yang mempesona. Warna di film ini mengisyaratkan tentang sebuah ide, perjalanan karakter, dan emosi yang dibawakan pada adegan.

Karakter Luv, pada awal film selalu memakai pakaian elegan berwarna putih yang mengisyaratkan keistimewaannya dan keindahannya. Seiring cerita berjalan, pakaiannya berubah warna menjadi lebih ke warna abu-abu, mengisyaratkan bahwa dia telah berubah dari anggun menjadi brutal.

Wallace, menggunakan pakaian tradisional Jepang berwarna hitam yang terlihat sederhana, dan dia menggunakan sandal hitam. Hal ini mengisyaratkan bahwa dia orang memiliki kecerdasan tinggi, misterius, dan fokus pada tujuannya. Wallace, bertindak layaknya ‘Tuhan’, maka dia menggunakan warna hitam sebagai warna ruang alam semesta yang gelap.

mv5bmtg3ndiwnzu3mf5bml5banbnxkftztgwmdq5mjy2mzi-_v1_sx1500_cr001500999_al_
Wallace (Jared Leto).

Warna kuning menjadi suatu pacuan tersendiri, karena warna ini menjadi suatu jejak investigasi K. Setiap ada warna kuning, disitu K menemukan petunjuk atau jejak terhadap investigasinya untuk mencari anak replicant prodigy.

d. Perumpamaan dan Kiasan

  1. Mata
    Adegan awal film di mana memperlihatkan sebuah mata terbuka merupakan sebuah kiasan bahwa mata menjadi ciri khas sendiri karena di film original, mata menjadi fokus untuk membedakan manusia dan replicant. Mata replicant memantulkan cahaya di area iris mata.
  2. Biblical Reference
    Wallace berbicara dengan nada puitis dan kata-kata kiasan yang mana menunjukkan bahwa dia, layaknya ‘Tuhan’, berbicara dengan bahasa puitis yang bermakna mendalam. Dia juga mengatakan bahwa Luv adalah ‘malaikat’ dan replicants adalah ‘anak-anak’-nya.
  3. Lebah
    Adegan pada babak kedua di mana tangan K dihinggapi oleh seekor lebah, dan kemudian dia mengikuti lebah tersebut ke sarangnya. K melihat ribuan lebah menghinggapi sarang mereka. Hal ini menjadi suatu perumpamaan terhadap replicant. Layaknya lebah yang memiliki koloni terdiri dari lebah ratu, lebah betina, dan lebah jantan. Masing-masing memiliki tugas tersendiri, yang mana ada lebah pekerja seperti replicant. Mengikuti aturan main koloni mereka, agar keberlangsungan koloni tetap berjalan.
  4. Kuda Kayu
    Kuda kayu menjadi titik fokus di mana membuktikan ingatan K itu asli dan nyata. Hal ini membuat K mempertanyakan identitas dirinya, apakah dia sebenarnya manusia. Walaupun begitu, rupanya K bukanlah manusia, melainkan replicant yang memiliki ingatan asli yang sengaja ditanamkan ke dia untuk menjaga rahasia identitas replicant prodigy yang sebenarnya. Nampaknya kuda kayu tersebut merupakan perumpamaan untuk mempertanyakan kemanusiaan dari suatu entitas.

Terima kasih sudah membaca artikel Film Analysis ini. Silahkan komen, kritik, dan saran.

As always, keep reading books.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s